Kolektor

Namanya saja kolektor, prinsipnya yach suka mengoleksi, mengumpulkan benda baik itu aneh maupun gak aneh, wajar maupun gak wajar, hidup maupun mati …. sadis!!! Enggak! selama sampeyan bukan kolektor mayat manusia saja 🙂 dan ingat! KOLEKTOR tidak pandang umur, status, golongan maupun jenis kelamin apalagi pandang dana wahh.. saya kadang bisa menelan ludah sendiri melihat ikan seharga sedan premium 2000cc keatas, tumbuhan seharga rumah ideal type 36 di bilangan pinggir Surabaya, anjing yang senilai 2M lebih, dan tidak dilepas sampai anjing itu mati.

Yach , bagi kolektor memang hasil koleksinya adalah kepuasan batin, yang mana kepuasan batin jangan sekali kali sampeyan nilai dengan harta / nominal, karena pada hakekatnya kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan uang bukan? Belum lagi latar belakang sang kolektor yang memang kadang bisa dibilang kumpulan manusia dengan uang segepok! meskipun tidak semuanya. Lha kalau duitnya gak segepok, ngapain menyia-nyiakan tawaran menggiurkan seperti contoh diatas! Toh pada suatu saat dia tahu bahwa saat koleksinya tidak lagi menjadi tren, nilainya akan jatuh dipasaran, tapi perkara apa dia pusing? yang penting hati tenang hidup riang, habis perkara. Uang bukanlah diatas segala-galanya.

Cerita cerita tentang kolektor dalam dunia blogger silahkan saja sampeyan cari tahu sendiri dari si kolektor, tetapi sejauh yang saya tahu Paman usil yang satu ini kalau boleh saya bilang suka mengoleksi label segala macam produk, gak cukup dikoleksi, malah dikomentari dengan gaya analisis tajam yang mungkin dalam benak saya mengira bahwa paman ini adalah seorang jurnalis! Ehm… iya apa bukan saya juga tidak tahu, soalnya saya terima baca, juga dengan seenak udel sendiri memberi analisa yang memang ilmu ngawur, sak-ketemune [se-ketemunya] kalo orang Jawa bilang.

Kalo kamu ngoleksi apa lho? “wah, saya bukan tipikal kolektor, jadi yo ndak ngoleksi apa apa? pake buang selesai [titik].” Makanya saya ndak bisa ngomong banyak tentang kolektor, karena saya pelihat, bukan pengalamnya,Nah bagaimana dengan sampeyan?

Kalau mau menambahi yang kurang diatas, boleh sampeyan sampaikan lewat comment dibawah ini, [ingat! saya bukan kolektor] setidaknya jadilah kolektor atas keluarga yang anda miliki, kasihi rawat dan bahagiakan, bukankan kebahagiaan juga jika melihat mereka bahagia.


  1. saya bukan kolektor. itulah sebabnya barang hasil memulung saya online-kan supaya saya tidak menjadi bandar lapak pemulung. 😀




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: